|
INSOMNIA Di kamar ini cuma ada kecoa. Meja dan kursi-kursi. Tas dan buku-buku kuliah. Tempat tidur, kasur dan bantal. Selimut. Jins yang tergantung. Bunyi detak jarum jam dinding (biasanya tak terdengar). Auguzta menuliskan semua: “Kapan masalah berakhir? Kenapa susah sekali untuk tidur?” Rasanya tidak adil jika ia sering berkeluh kesah, mengomel tentang masalah-masalah yang sedang dihadapinya kepada diri sendiri sementara orang lain dianggap tidak punya masalah sama sekali. Susah tidur itu bukan melulu karena banyak masalah menyerbu. Hadapi sajalah dan besok aku konsultasi ke dokter. Sepertinya aku mengidap insomnia yang cukup parah, ia menyimpulkan. Palembang, 7 Januari 1997 |
| Leave a Comment: |