Entry: Nadirattar Saturday, September 18, 2004



EUREKA GREECE!!!*

Eureuka!!! Eureuka!!! Entah berapa kali kata itu diucapkan oleh seorang ilmuwan matematika asal Yunani, Archimedes, ketika dia menemukan rumus baru (dari situ dia menemukan Prinsip Archimedes yang sangat terkenal) dari kepalanya. Orang itu langsung meloncat dari bak gentong, lupa kalau barusan dia sedang mandi. Berlarilah dia ke luar menuju jalan Syracuse meneriakkan "Eureka", tanpa pedulikan lagi: tubuhnya lagi telanjang!!!

Tapi ‘Eureka’ dini hari ini berbeda sama sekali. Saya tak telanjang, juga tak lagi basah-basahan, cuma kebelet pipis saja setelah menyaksikan kemenangan Yunani, melibas Czech Republiken dengan skor 1-0. Eureka kali ini semakin mengukuhkan diksi saya yang ‘dicolong’ dari judul cerpen Lian. ‘Saya Dapat’ inilah yang memupuskan keangkuhan Croatia dan superdiving-nya Belanda. Viva Hellas!!!1 Vini Vidi Vici Greece!!! Gol Tiras Dalas (bener g tuh nulisnya) membuat gol Czech beku. Membuat beku pula tangan teman saya di Makassar yang hilang taruhan 300-ribunya! Histeria mengalirkan air dari kelopak mata seluruh pendukung Czech dan Greece. Air mata duka dan suka beradu di muara: kemenangan bukan karena keberuntungan! Bukan karena hok ki kata orang Tionghoa.

No lucky! No ‘God Apollo or Mars - Si Dewa Perang! Tim Greece bermain dengan suasana rozegeuren maneschijn – ‘semerbak dan bulan purnama’. Tak sangsi lagi bulan purnama bulat penuh malam dan dini hari ini menyaksikan Greece sebagai tim ‘undersky’ bukan lagi ‘underdog’ seperti kata banyak pengamat bola tikus, nyricit nyrucut, dari Indonesia.

Kemenangan ini memberikan bukti nyata buat kita. Permainan ini tak dihiasi handuk atau menyan yang sudah diberi petuah di samping gawang, seperti disinyalir tim Bandung Raya yang pernah menggunakan cara-cara itu. Permainan ini nyata-nyata dihiasi dengan tik tak bola yang manis, dan pertahanan ketat a la Jerman (maklum sang pelatih memang berasal dari sana). Dari data terlihat serangan Greece begitu efektif, terbukti dengan ball possesion yang lebih banyak diambil alih Czech. Tetapi, Czech banyak kecurian. Dan untuk menit-menit menentukan dalam perpanjangan waktu, Greece untuk terakhir kalinya mencuri gawang Czech. Atau sekali lagi, kekuatan dan kekompakan tim sebagai kunci. Tak seperti Croatia yang pemainnya saling memiliki ego ingin jadi bintang, ketika melawan Inggris. Tak ada yang dominan, tak ada yang lebih cemerlang. Semua berbagi tugas. Seperti semut, seperti lebah.

Hoge bomen vangen veel wind!!2 sepertinya tak digubris tim unggulan. Semua tim yang jadi label Euro 2004 di tutup botol Coca Cola (Jerman, Perancis, Ingris, Spanyol, dan Italia) masuk kerongkongan kering. Semua tim mainstream keok. Berjayalah tim marjinal!

Dan Eureka kali ini seperti kelahiran kembali kejayaan Yunani. Penemuan terbesar team yang tak diunggulkan yang diarsiteki sang pelatih dari Jerman. Kemenangan dini hari waktu Wabule ini mengukuhkan Greece sebagai tim yang tak disangka-sangka. Portugal, sang tuan rumah disikat, dan bisa jadi pertemuannya kembali dengan tim angin -Greece- di babak Final akan mengulang sukes yang sama. Bravo Hellas!!! Eureuka Greece!!!

Sungai busuk, 2 Juli 2004, 5.27

* Sebuah perayaan kemenangan

Keterengan:

1 Hellas = Greece = Yunani

2 Hoge bomen vangen veel wind (Belanda, pohon yang tinggi menderita banyak terpaan angin).

PS: ternyata di final, Yunani menang! vini vidi vici...

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments