|
Sajak Untuk R.n
dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, diturunkanlah R.n ke bumi gersang ini demi kesejukan dan guna memenuhi segala kelingkupannya, dirahmati paspor serta visa tuk tinggal sebagai warga negara bumi imigran sejak surga itu maka bersimpuhlah kalian, wahai para lelaki penguasa jagat bumi: bertunduk malu pada secercah kecahayaan yang berpendar-pendar dari kecantikan wajahnya seribu juta lenguh air sungai kan mengalir pula ke sebentang samudra begitupun sinar matari yang menggelumbang menguliti setiap peradaban di bumi manusia manapun : begitulah keharumanmu terkirim harmoni keseharian berdesau angin mengirimkan sekabar pertanyaan sewujud kebahagiaan justru terbit pada senyum mahalmu yang menyilaukan yang tak pernah kau umbar atas segala perhelatan maka: kaukah penawar segala duri nyeri pemaknaan hidup? yang tak pernah habis dimakan ribuan adab segala jaman jangan pula mengimpikan bumi yang penuh materialistis ini karena tiada sekali dua kau dihadirkan di surga tingkat teratas surga tingkat teratas! Ah! termangu aku di pojokkan Dago Utara mambayangkan sinyo dan noni Belanda yang pernah begitu borjuis yang tiada sebanding bahkan dengan bayangan anggunmu sekalipun maka, siapakah kamu, wahai perempuanku? tak kutemui jejakmu di setiap lalu lintas bawah sadarku diandai sastrawan atau penyair bahkan pelukis, : kau adalah masterpiece yang pernah Tuhan ciptakan! apa kosakata yang teramat pantas bagi cantiknya cantik? tiada seorang manusia sekalipun di bumi ini kan dapat menggambarkannya cantiknya cantik, ah: kaulah itu! begitulah, R.n! (R.n: warga negara surga yang berimigrasi ke bumi) |
| Leave a Comment: |