MnemoniC, Gank Mnuliz
   

<< September 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed

Saturday, September 18, 2004
Cerpen Ralian Bahar

 INSOMNIA

Di kamar ini cuma ada kecoa. Meja dan kursi-kursi. Tas dan buku-buku kuliah. Tempat tidur, kasur dan bantal. Selimut. Jins yang tergantung. Bunyi detak jarum jam dinding (biasanya tak terdengar). Auguzta menuliskan semua: “Kapan masalah berakhir? Kenapa susah sekali untuk tidur?”

Rasanya tidak adil jika ia sering berkeluh kesah, mengomel tentang masalah-masalah yang sedang dihadapinya kepada diri sendiri sementara orang lain dianggap tidak punya masalah sama sekali.

Susah tidur itu bukan melulu karena banyak masalah menyerbu. Hadapi sajalah dan besok aku konsultasi ke dokter. Sepertinya aku mengidap insomnia yang cukup parah, ia menyimpulkan.

 

Palembang, 7 Januari 1997


Posted at 06:10 am by sangdenai

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry